GADO-GADO
segala macam kritik dan saran pun saya terima dengan senang hati.
Terimakasih atas kunjungan anda.^^
Senin, 05 September 2011
Only Hope
Rabu, 10 Agustus 2011
Hidup Adalah Pilihan
Anda tau kerang?Ya, Kerang (Anadara sp) adalah hewan air yang termasuk hewan bertubuh lunak (moluska). Tetapi disini saya tidak akan membicarakan kerang sebagai heawan moluska. Disini saya ingin berbagi makna hidup yang di ambil dari kisah kerang.Seperti yang kita tahu bahwa kerang bisa menghsilkan mutiara dari butir pasir yang masuk ke tubuh kerang tersebut. Butir pasir yang yang masuk ke tubuh kerang sangat menyakitkan bagi tubuh kerang, sehingga untuk mengurangi rasa sakit itu, butir pasir yang masuk diselimuti lendir yang lama kelamaan berubah menjadi mutiara.Ketika kerang-kerang diambil oleh manusia, kerang-kerang tersebut akan dipisahkan antara kerang yang mengandung pasir dan tidak. Kerang yang tidak mengandung pasir akan dijual secara obral yang berujung menjadi kerang rebus atau hidangan yang lain, tetapi kerang yang mengandung pasir bisa terjual dengan harga 10kali lipat bahkan lebih dari harga kerang yang tidak mengandung pasir, karena kerang yang mengandung pasir akan menjadi kerang mutiara.jika anda adalah kerang, kerang manakah yang anda pilih? kerang rebus atau kerang mutiara?tentu anda akan memilih menjadi kerang mutiara. Tetapi untuk menjadi kerang mutiara tidaklah gampang, anda harus bisa membungkus pasir yang menyakitkan menjadi mutiara. Hidup adalah pilihan kawan. Jalan mana yang anda pilih, itulah yang masa depan anda. Semampret...!! ^^
*terinspirasi dari jamil azzaini, seorang social enterpreneur
Rabu, 03 Agustus 2011
Sarana Dakwah
Selasa, 02 Agustus 2011
Troubadour
William (Guilhem) of Poitou (1071-1127)
Joyous in love, I make my aim
forever deeper in Joy to be.
The perfect Joy's the goal for me:
so the most perfect lady I claim.
I've caught her eyes. All must exclaim:
the loveliest heard or seen is she.
You know I'd never base my fame
on brags. If ever we're to see
a flowering Joy, this Joy, burst free,
should bear such fruit no man can name,
lifting among the others a flame
that brightens in obscurity.
(tr. J. Lindsay)
The Zoo Job Story
Kusno Setiyo Utomo: MENJADI SEORANG JURNALIS ADALAH PANGGILAN JIWA

Sekilas wartawan senior ini terlihat kaku dan tidak banyak cakap. Namun saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, beliau sangat menyenangkan dan jawaban-jawaban yang diberikan sangat inspiratif.
Kusno Setiyo Utomo adalah seorang wartawan senior yang sudah menggeluti dunia jurnalistik selama sepuluh tahun. Kini beliau adalah penulis halaman utama Koran Radar Jogja. Pria asal Surakarta ini sudah mencintai dunia tulis menulis sejak duduk di bangku SMA. Kecintaanya terhadap menulis inilah yang kemudian membawanya menjadi seorang jurnalis. Berawal dari mengikuti pelatihan-pelatihan jurnalistik, beliau mulai berani mencoba untuk menulis rubrik di media massa. Karena bakatnya dalam menulis sudah tidak diragukan lagi, maka tulisan-tulisan beliau berahasil dimuat di beberapa media massa. Bahkan beliau berhasil menjadi wartawan tetap di Radar Jogja ketika masih kuliah.
“Saya menyukai semua hal dalam pekerjaan saya sebagai seorang jurnalis, karena itu sudah menjadi panggilan jiwa bagi saya. Saya merasa senang ketika saya bisa mengungkapkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah. Ketika tulisan saya bisa diterima oleh public dan bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah, itu artinya fungsinya sebagai alat control bagi masyarakat dan pemerintah telah tercapai” tuturnya ketika ditanya suka dukanya sebagai seorang jurnalis.
Pria yang ditemui di gedung pemerintahan provinsi DIY ini sangat menikmati pekerjaanya sebagai seorang jurnalis. Selama menjadi jurnalis beliau sudah menjelajahi berbagai tempat untuk mendapatkan berita yang bisa dinikmati oleh para pembaca. Tidak ada rasa bosan untuk menjadi seorang jurnalis karena beliau selalu menemukan hal-hal baru. Beliau sangat senang ketika bertemu dengan banyak tokoh-tokoh terkemuka dan bisa berdialog secara langsung dengan mereka karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Dengan menjadi seorang jurnalis, beliau bisa mendapatkan banyak informasi dan ilmu-ilmu baru yang tidak di dapatkannya di bangku kuliah.
SETIAP PROFESI PUNYA RESIKO
Dibalik kesuksesannya menjadi seorang jurnalis, banyak kendala yang harus dihadapinya. Ketika sudah berhasil menjadi wartawan di Radar Jogja, semangat mudanya untuk mencari hal-hal baru di dunia luar sempat membuat skripsinya terkatung-katung selama hapir tiga tahun sehingga menunda kelulusannya sebagai sarjana komunikasi di Atmajaya dan sarjana hokum di Widyamataram. Bahkan baliau pernah dihajar orang yang tidak dikenal ketika pulang dari kantor sehingga baliau mengalami luka ringan di tubuhnya.
Walaupun banyak kendala yang dihadapinya selama menjadi seorang jurnalis, beliau tidak pernah mempunyai keinginan untuk berhenti menjadi seorang juralis. Semuanya adalah pilihan dan beliau yakin bahwa setiap profesi mempunyai resiko yang harus siap ditanggung oleh pemilik profesi tersebut. Tetapi ketika kita mencintai profesi yang dimiliki, kendala-kendala yang dihadapi tidaklah menjadi masalah besar.
ESENSI MENULIS
Menulis tidaklah sulit, semua itu adalah masalah kebiasaan, semakin sering kita menulis maka kualitas tulisan itu akan semakin baik. Kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk mengawali tulisannya, tetapi ketika sudah bisa untuk mengawalinya maka semuanya akan mengalir begitu saja.
“Tidak ada trik dan tips khusus untuk membuat tulisan yang bagus. Untuk bisa menulis yang berkualitas membutuhkan proses dan diperlukan pembelajaran yang matang dan bimbingan. Ketika proses pembelajaran berjalan dengan lancer maka kematangan akan terbentuk disitu.” Ujarnya mengakhiri wawancara. (Mlathi Paramesthi)
![]()
BIODATA
Nama : Kusno Setiyo Utomo
Tempat/Tanggal Lahir : Surakarta, 28 november 1976
Alamat : Jl. Tata bumi, Jl. Godean, Sleman.
No. Telp : 081392261914
Pendidikan : - Sarjana Komunikasi Atmajaya
- Sarjana Hukum Widyamataram
Hobi : Menulis
Tim Tawakal raih juara pertama lomba debat ENGLISHVAGANZA
Jogja, 26/05/2011
Trio Tawakal Faisal-Sus-Lia berhasil melaju ke babak final. Meski dihadang Black Hawk, Tawakal sigap meyampaikan ide-idenya di pelataran hall Kampus 2 UAD. Setelah menaklukan rival finalnya, Tawakal akhirnya resmi dianugerahi juara I lomba debat ENGLISHVAGANZA, 22 Mei 2011 lalu.
Hari Minggu yang biasanya lengang, minggu lalu riuh rendah diramaikan oleh penonton grand final lomba debat ENGLISHVAGANZA. Pasalnya, dua tim andalan tengah beradu argument dalam babak penentuan juara tersebut. Black Hawk sebagai tim afirmatif dan tawakal di bangku oposisi, berkompetisi dengan motion “THBT National Sporting Team Should Reflect The Diversity of Natinal Population”. Setelah melalui debat panjang, Tawakal akhirnya meraih juara.
Tawakal yang digawangi Faisal Abidin, Dwi Lia Rakhmasari, dan Sus Marintan dari kelas E angkatan tahun 2008 berhadapan dengan Black Hawk yang beranggotakan Tasno Iwan, Desi Ari Desi, dan Annisa Atun Sholikhah dari kelas D angkatan tahun 2009. Acara yang juga dihadiri oleh bapak Azwar Abbas, S. Pd, M. Hum ini, berlangsung meriah, berlangsung lebih dari satu jam. Tak tanggung-tanggung final round ini dinilai langsung oleh tujuh senior Deco (Debating Comunity, red) sebagai adjudicator. Tak hanya tawakal yang bergemilang tetapi Edi Irawan dari tim Beowoulf juga berjaya karena mendapat nominasi the best speaker.
“Saya senang karena bisa membawa nama kelas saya dan sangat senang ketika melihat teman-teman antusias mengikuti perlombaan dalam ENGLISHVAGANZA. Ini merupakan fenomena yang sangat jarang saya temui di PBI selama hampir tiga tahun saya berada di sini.” Kata Faisal (21) ketika ditanya perasaanya menjadi sang juara dan komentarnya mengenai ENGLISHVAGANZA.
Jalan Kemenangan Tawakal tak bisa dikatakan mulus. Tawakal harus berkompetisi dengan 15 tim lainnya untuk bisa masuk ke babak quarter final. Kesuksesan tim Tawakal tidak berhenti sampai di quarter final tetapi terus berlanjut sampai semi final dan bahkan berhasil meraih juara pertama dalam lomba debat ini.
Kompetisi debat ini hanyalah satu dari sekian agenda ENGLISHVAGANZA. Agenda ini diselenggarakan oleh EDSA UAD, di ketuai Heri Setiawan. Selain debat, EnglishVaganza meriah dengan English Quick Quiz, adzan, futsal, essay, English comic, dan fotografi kemudian ditutup dengan Prominade Night and ARThibition sebagai penghujung acara. (Mlathi)
